Lompat ke konten utama
Penguatan Branding dan Pemasaran Digital UMKM Desa Jatipecaron
Berita Desa KKN

Penguatan Branding dan Pemasaran Digital UMKM Desa Jatipecaron

10 Agustus 2026 197 kali dibaca
Pemerintah DESA JATIPECARON
Mahasiswa KKN Helena Kristia Winarsih, melaksanakan pendampingan kepada sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jatipecaron melalui kegiatan penguatan identitas merek dan pemasaran digital. Kegiatan ini berfokus pada dua aspek yang saling berkaitan, yaitu membantu pelaku usaha memiliki identitas produk yang lebih jelas melalui pembuatan logo serta memperkenalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran. Dalam kegiatan pendampingan logo, Helena membantu para pemilik usaha merancang identitas visual yang dapat merepresentasikan karakter dan produk yang mereka tawarkan. Logo tidak hanya berfungsi sebagai gambar atau simbol, tetapi juga dapat menjadi salah satu elemen yang membantu konsumen mengenali suatu produk. Oleh karena itu, proses perancangan disesuaikan dengan jenis usaha, karakter produk, serta informasi yang ingin ditonjolkan oleh masing-masing pelaku UMKM. Para pelaku usaha diberikan pemahaman mengenai beberapa unsur dasar dalam pembuatan logo, seperti pemilihan bentuk, jenis huruf, penggunaan elemen visual, dan kesesuaian desain dengan karakter produk. Pendampingan dilakukan dengan mempertimbangkan agar logo tetap sederhana dan mudah dikenali ketika digunakan pada berbagai media, baik pada kemasan produk, banner, maupun media sosial. Proses pembuatan logo dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemilik usaha dalam menentukan konsep yang diinginkan. Pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk menyampaikan karakteristik produk serta identitas yang ingin ditampilkan. Dengan keterlibatan tersebut, desain yang dihasilkan diharapkan tidak hanya terlihat menarik secara visual, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan usaha dan produk yang dijalankan. Selain penguatan identitas merek, kegiatan juga dilanjutkan dengan edukasi mengenai pemasaran digital melalui media sosial. Helena memperkenalkan penggunaan platform seperti Instagram dan TikTok sebagai media untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen di luar lingkungan sekitar tempat usaha. Media sosial dipilih karena dapat digunakan sebagai sarana promosi yang relatif mudah diakses dan memungkinkan pelaku UMKM menampilkan produk secara visual. Dalam pendampingan tersebut, pelaku UMKM diberikan wawasan mengenai cara membuat dan mengelola akun bisnis. Materi mencakup pembuatan profil usaha, penggunaan nama akun yang mudah dikenali, penulisan informasi produk, pencantuman kontak, serta penyusunan tampilan profil agar dapat memberikan informasi yang jelas kepada calon pelanggan. Peserta juga diberikan pelatihan dasar mengenai pembuatan konten promosi. Pelaku usaha diarahkan untuk menampilkan foto atau video produk dengan informasi yang sederhana, seperti nama produk, keunggulan, harga, cara pemesanan, dan lokasi usaha. Dengan informasi yang lengkap, calon konsumen dapat lebih mudah memahami produk sebelum melakukan pembelian. Pemanfaatan Instagram dan TikTok juga diperkenalkan sebagai media untuk membangun komunikasi dengan calon konsumen. Pelaku UMKM tidak hanya diarahkan untuk mengunggah produk, tetapi juga dapat membagikan proses produksi, aktivitas usaha, informasi produk, maupun konten lain yang relevan. Strategi tersebut dapat membantu membuat akun usaha terlihat lebih aktif dan memberikan gambaran mengenai produk kepada masyarakat. Pendampingan dilakukan secara praktis dengan menyesuaikan kemampuan peserta dalam menggunakan perangkat digital. Pelaku UMKM dapat langsung mencoba membuat akun, mengatur profil, serta mempraktikkan cara mengunggah konten. Pendekatan ini diharapkan membuat peserta lebih terbiasa menggunakan media sosial untuk kebutuhan usaha dan tidak hanya memahami materi secara teori. Melalui kegiatan penguatan branding dan pemasaran digital ini, pelaku UMKM Desa Jatipecaron diharapkan memiliki identitas produk yang lebih kuat sekaligus mulai memanfaatkan media digital dalam kegiatan pemasaran. Logo yang konsisten dapat membantu produk lebih mudah dikenali, sementara media sosial dapat menjadi sarana tambahan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen yang lebih luas. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan mahasiswa KKN terhadap pengembangan UMKM Desa Jatipecaron. Dengan memadukan identitas merek yang lebih terarah dan pemanfaatan media sosial, pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam memperkenalkan produk, membangun citra usaha, serta mengembangkan jangkauan pemasaran sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.