Lompat ke konten utama
Sosialisasi K3 Pada UMKM di Desa Jatipecaron
Berita Desa KKN

Sosialisasi K3 Pada UMKM di Desa Jatipecaron

30 Juli 2026 264 kali dibaca
Pemerintah DESA JATIPECARON
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNIMUS dari Jurusan Teknik Mesin, Balya Alvin Nuha Azizi, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jatipecaron. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan kerja, khususnya bagi masyarakat yang menjalankan kegiatan produksi secara mandiri di lingkungan rumah maupun tempat usaha. Sosialisasi K3 dilaksanakan dengan melihat kondisi dan aktivitas yang banyak dilakukan oleh pelaku UMKM di Desa Jatipecaron. Salah satu perhatian utama dalam kegiatan ini adalah aktivitas pengolahan makanan yang melibatkan proses penggorengan. Aktivitas tersebut memiliki sejumlah potensi bahaya, seperti risiko terkena minyak panas, luka bakar, terpeleset akibat tumpahan minyak, hingga bahaya lain yang dapat muncul apabila area kerja tidak ditata dan digunakan dengan baik. Dalam kegiatan tersebut, Balya memberikan pemahaman mengenai berbagai potensi bahaya yang dapat ditemukan selama proses produksi. Para pelaku UMKM diajak untuk mengenali sumber risiko di lingkungan kerja dan memahami langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan. Edukasi disampaikan menggunakan contoh yang dekat dengan aktivitas sehari-hari sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta. Selain mengenali potensi bahaya, materi sosialisasi juga menekankan pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dasar sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan. Penggunaan perlengkapan seperti sarung tangan, celemek, penutup kepala, dan alas kaki yang sesuai menjadi salah satu upaya sederhana untuk memberikan perlindungan selama proses produksi. Peserta juga diberikan pemahaman bahwa penerapan K3 tidak selalu membutuhkan peralatan yang kompleks, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan kerja yang lebih aman dan disiplin. Aspek lain yang turut dibahas adalah pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian area kerja. Lingkungan produksi yang bersih, tertata, dan bebas dari benda-benda yang dapat mengganggu aktivitas dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan. Penempatan peralatan dan bahan produksi secara tepat juga perlu diperhatikan agar aktivitas kerja dapat dilakukan dengan lebih aman dan efisien. Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk berdiskusi mengenai permasalahan keselamatan yang mereka temui selama menjalankan kegiatan usaha. Diskusi tersebut menjadi bagian penting karena setiap jenis usaha memiliki karakteristik dan risiko kerja yang berbeda. Melalui komunikasi langsung, peserta dapat menghubungkan materi K3 dengan kondisi nyata yang mereka hadapi dalam proses produksi sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM Desa Jatipecaron memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Penerapan K3 diharapkan tidak hanya dipandang sebagai aturan tambahan, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan dalam menjalankan kegiatan usaha. Dengan lingkungan kerja yang lebih aman dan tertata, pelaku UMKM dapat menjalankan proses produksi dengan lebih nyaman sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Kegiatan sosialisasi K3 ini sekaligus menunjukkan peran mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui edukasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Pengetahuan mengenai keselamatan kerja yang telah diberikan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para pelaku UMKM, sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan mendukung keberlangsungan usaha masyarakat Desa Jatipecaron.