Lompat ke konten utama
Edukasi Artificial Intelligence (AI) dan Literasi Digital bagi Masyarakat Desa Jatipecaron
Berita Desa KKN

Edukasi Artificial Intelligence (AI) dan Literasi Digital bagi Masyarakat Desa Jatipecaron

02 Agustus 2026 266 kali dibaca
Pemerintah DESA JATIPECARON
Dalam rangka meningkatkan wawasan masyarakat terhadap perkembangan teknologi, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Semarang, Dwi Ammar Rosyid, menyelenggarakan kegiatan Edukasi Artificial Intelligence (AI) dan Literasi Digital bagi masyarakat Desa Jatipecaron. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengenalkan perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi secara lebih bijak dan bertanggung jawab. Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) saat ini telah menghadirkan berbagai teknologi yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas sehari-hari. Mulai dari mencari dan merangkum informasi, membantu menyusun tulisan, mencari ide, membuat materi promosi, hingga mendukung berbagai kebutuhan pekerjaan dan usaha. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada konsep dasar AI serta contoh pemanfaatannya yang sederhana dan mudah diterapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Materi edukasi disampaikan dengan pendekatan yang praktis agar peserta tidak hanya memahami AI secara teori, tetapi juga mengetahui bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan secara langsung. Peserta diperkenalkan dengan beberapa layanan berbasis AI seperti ChatGPT, Gemini, Canva AI, Microsoft Copilot, dan Claude. Pengenalan tersebut disertai dengan contoh penggunaan yang dekat dengan aktivitas masyarakat, sehingga peserta dapat melihat bahwa AI tidak hanya ditujukan bagi kalangan yang memiliki latar belakang teknologi. Dalam sesi praktik, peserta diberikan contoh cara membuat perintah atau prompt yang jelas agar AI dapat memberikan hasil yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Peserta juga diajak mencoba menggunakan AI untuk berbagai kebutuhan sederhana, seperti mencari ide usaha, membuat deskripsi produk, menyusun teks promosi, membantu membuat surat, serta mencari alternatif solusi dari suatu permasalahan. Pendekatan praktik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menggunakan teknologi AI. Pemanfaatan AI juga dikaitkan dengan kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menghasilkan ide konten, membuat konsep promosi produk, menyusun caption media sosial, hingga membantu merancang materi visual sederhana. Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi tersebut dapat menjadi alat bantu untuk meningkatkan efisiensi dalam menjalankan aktivitas usaha tanpa menggantikan peran dan keputusan dari pemilik usaha. Selain membahas pemanfaatan AI, kegiatan ini juga memberikan perhatian terhadap pentingnya literasi digital. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa kemudahan memperoleh informasi melalui internet perlu diimbangi dengan kemampuan untuk menilai kebenaran dan kredibilitas informasi. Peserta diajak untuk tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang diterima melalui media sosial, grup percakapan, atau platform digital lainnya. Dalam sesi literasi digital, peserta diberikan beberapa langkah sederhana untuk menyaring informasi, seperti memeriksa sumber berita, membandingkan informasi dari beberapa sumber terpercaya, memperhatikan tanggal publikasi, serta tidak mudah percaya terhadap judul yang bersifat provokatif. Peserta juga diingatkan untuk berhati-hati ketika menemukan informasi yang meminta data pribadi, uang, maupun tindakan tertentu yang mencurigakan. Aspek keamanan digital turut menjadi bagian dari materi yang disampaikan. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga data pribadi, menggunakan kata sandi yang kuat, berhati-hati terhadap tautan yang tidak dikenal, serta tidak sembarangan memberikan kode verifikasi atau informasi akun kepada orang lain. Hal ini penting mengingat penggunaan perangkat dan layanan digital semakin menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi diskusi dan praktik bersama. Peserta dapat menyampaikan pertanyaan mengenai penggunaan AI maupun permasalahan yang mereka temui ketika menggunakan internet dan media digital. Berbagai pertanyaan tersebut kemudian dibahas menggunakan contoh-contoh sederhana agar materi dapat dipahami oleh peserta dengan latar belakang dan tingkat pemahaman teknologi yang beragam. Melalui kegiatan Edukasi AI dan Literasi Digital ini, masyarakat Desa Jatipecaron diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami manfaat, keterbatasan, dan risiko yang menyertainya. AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, namun hasil yang diberikan tetap perlu diperiksa dan disesuaikan dengan kebutuhan sebelum digunakan. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah mahasiswa KKN dalam mendukung masyarakat agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi digital. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai AI, keamanan digital, serta kemampuan menyaring informasi, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan teknologi secara produktif, kritis, aman, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.