Lompat ke konten utama
Pembuatan Banner Sebagai Media Promosi UMKM Desa Jatipecaron
Berita Desa KKN

Pembuatan Banner Sebagai Media Promosi UMKM Desa Jatipecaron

04 Agustus 2026 171 kali dibaca
Pemerintah DESA JATIPECARON
Mahasiswa KKN dari Program Studi Manajemen, Mihwa Pratama Putra, memberikan pendampingan kepada sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jatipecaron dalam merancang dan mencetak banner sebagai media promosi usaha. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk membantu pelaku usaha meningkatkan tampilan promosi sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat secara lebih luas. Banner menjadi salah satu media promosi yang masih relevan digunakan oleh pelaku UMKM, khususnya bagi usaha yang beroperasi di lingkungan desa dan melayani konsumen secara langsung. Media visual tersebut dapat ditempatkan di depan rumah, lokasi produksi, warung, maupun tempat usaha sehingga informasi mengenai produk dapat lebih mudah diketahui oleh masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Dalam kegiatan pendampingan, Mihwa membantu pelaku UMKM menentukan informasi yang perlu ditampilkan dalam banner. Beberapa informasi yang menjadi perhatian antara lain nama usaha, jenis produk yang ditawarkan, identitas atau logo usaha, serta informasi kontak yang dapat digunakan oleh calon pelanggan. Penyusunan informasi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing usaha agar banner tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga mampu menyampaikan informasi secara jelas. Selain menentukan isi, pendampingan juga mencakup penyusunan tata letak dan elemen visual pada banner. Pelaku usaha diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan ukuran tulisan yang mudah dibaca, pemilihan gambar produk yang sesuai, serta penempatan informasi utama pada bagian yang mudah terlihat. Penataan tersebut diperlukan agar calon konsumen dapat mengenali jenis usaha dan produk yang ditawarkan tanpa harus membaca terlalu banyak informasi. Proses perancangan dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik masing-masing produk dan identitas usaha. Setiap pelaku UMKM memiliki jenis produk dan target konsumen yang berbeda, sehingga desain banner tidak dibuat dengan pendekatan yang sama untuk seluruh usaha. Penyesuaian dilakukan agar media promosi yang dihasilkan dapat merepresentasikan usaha dan produk yang dimiliki oleh masing-masing pelaku UMKM. Setelah rancangan disepakati, banner kemudian dipersiapkan untuk proses pencetakan. Pelaku usaha turut dilibatkan dalam proses pengecekan desain sebelum dicetak, terutama untuk memastikan nama usaha, informasi produk, nomor kontak, serta elemen lainnya telah sesuai. Tahap pengecekan ini dilakukan untuk menghindari kesalahan informasi yang dapat mengurangi efektivitas media promosi. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memahami bahwa promosi tidak hanya dilakukan melalui media sosial. Media promosi secara langsung seperti banner tetap dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan usaha kepada masyarakat sekitar, terutama bagi calon konsumen yang melewati lokasi usaha. Penggunaan media promosi secara offline dan online dapat saling melengkapi dalam memperkenalkan produk. Melalui pendampingan tersebut, sejumlah pelaku UMKM Desa Jatipecaron memperoleh media promosi visual yang dapat digunakan untuk memperkuat identitas usaha mereka. Banner yang telah dicetak dapat ditempatkan pada lokasi yang strategis sehingga nama dan produk usaha lebih mudah dikenali oleh masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kemampuan dalam memperkenalkan produk dan membangun identitas usaha yang lebih jelas. Meskipun banner bukan satu-satunya faktor yang menentukan peningkatan penjualan, keberadaan media promosi yang informatif dan mudah terlihat dapat menjadi salah satu pendukung dalam memperluas jangkauan pengenalan produk lokal. Pendampingan pembuatan banner ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pengembangan UMKM Desa Jatipecaron. Dengan adanya media promosi yang lebih tertata, pelaku usaha diharapkan semakin percaya diri dalam memperkenalkan produk mereka dan dapat terus mengembangkan strategi pemasaran sesuai dengan kebutuhan serta kondisi usaha masing-masing.