Berita Desa
KKN
Edukasi Pengelolaan Uang Saku sebagai Upaya Penguatan Literasi Keuangan Siswa Sekolah Dasar
13 Agustus 2026
124 kali dibaca
Pemerintah DESA JATIPECARON
Mahasiswa KKN, Lovi Puji Ike Apriliona, melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pengelolaan uang saku kepada para siswa sekolah dasar di Desa Jatipecaron. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep literasi keuangan sejak dini melalui kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi diberikan dengan menyesuaikan materi dengan usia siswa agar lebih mudah dipahami dan dapat dipraktikkan secara langsung.
Pengelolaan uang saku menjadi salah satu langkah awal yang dapat dilakukan untuk mengenalkan anak pada cara menggunakan uang secara bertanggung jawab. Melalui uang saku yang diterima sehari-hari, siswa dapat belajar menentukan kebutuhan, mengatur pengeluaran, serta memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam membangun pola pengelolaan keuangan yang baik ketika mereka tumbuh dan memiliki tanggung jawab finansial yang lebih besar.
Dalam kegiatan tersebut, Lovi memberikan pemahaman mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Para siswa diajak mengenali berbagai contoh pengeluaran yang sering mereka lakukan, seperti membeli makanan, minuman, alat tulis, maupun barang yang sebenarnya tidak selalu diperlukan. Dengan memahami perbedaan tersebut, siswa diharapkan dapat mulai mempertimbangkan penggunaan uang sebelum melakukan pembelian.
Materi juga mencakup cara membagi uang saku berdasarkan kebutuhan. Siswa diberikan contoh sederhana mengenai pembagian uang untuk keperluan sehari-hari, tabungan, dan kebutuhan lainnya. Pembagian tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi siswa dalam menggunakan uang, tetapi untuk membantu mereka belajar membuat prioritas dan tidak menghabiskan seluruh uang saku dalam satu waktu.
Selain pembagian uang, siswa diperkenalkan dengan pencatatan pengeluaran sederhana. Mereka diajak untuk mencatat uang yang diterima dan digunakan setiap hari. Pencatatan dapat dilakukan menggunakan buku catatan sederhana dengan menuliskan jumlah uang yang dimiliki, pengeluaran, serta sisa uang setelah digunakan. Kebiasaan mencatat ini dapat membantu siswa mengetahui pola penggunaan uang dan memahami ke mana uang saku mereka dibelanjakan.
Lovi juga menjelaskan pentingnya menabung secara rutin. Siswa diberikan pemahaman bahwa menabung tidak harus dilakukan dengan jumlah besar. Menyisihkan sebagian kecil uang saku secara konsisten dapat membantu membentuk kebiasaan menabung. Uang yang terkumpul nantinya dapat digunakan untuk kebutuhan yang telah direncanakan, seperti membeli perlengkapan sekolah atau keperluan lain yang dianggap penting.
Agar materi lebih mudah dipahami, kegiatan disampaikan melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan siswa. Peserta diajak membayangkan situasi ketika memiliki sejumlah uang saku dan harus menentukan apakah uang tersebut akan digunakan untuk membeli sesuatu, disimpan, atau dibagi untuk beberapa kebutuhan. Melalui contoh tersebut, siswa dapat belajar bahwa setiap keputusan dalam menggunakan uang memiliki konsekuensi terhadap sisa uang yang dimiliki.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan siswa dalam sesi tanya jawab dan diskusi sederhana. Para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan kebiasaan mereka dalam menggunakan uang saku serta menjawab beberapa pertanyaan berdasarkan contoh yang diberikan. Interaksi tersebut membantu membuat materi literasi keuangan lebih menarik sekaligus memberikan gambaran mengenai pemahaman siswa terhadap pengelolaan uang.
Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa mengelola uang merupakan keterampilan yang dapat dipelajari sejak usia sekolah. Kebiasaan sederhana seperti mencatat pengeluaran, menentukan prioritas, menghindari pembelian yang tidak diperlukan, dan menyisihkan uang untuk ditabung dapat menjadi langkah awal dalam membangun perilaku finansial yang lebih teratur.
Melalui kegiatan edukasi pengelolaan uang saku ini, siswa sekolah dasar di Desa Jatipecaron diharapkan memiliki pemahaman dasar mengenai pentingnya menggunakan uang secara bijak. Pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan dukungan dari orang tua dan lingkungan sekitar, sehingga kebiasaan positif dalam mengelola keuangan dapat terus berkembang.
Kegiatan yang dilaksanakan Lovi Puji Ike Apriliona menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda di Desa Jatipecaron. Dengan mengenalkan pengelolaan uang melalui cara yang sederhana dan sesuai dengan kehidupan anak-anak, kegiatan ini diharapkan dapat membantu membentuk generasi yang lebih terbiasa merencanakan, mempertimbangkan, dan bertanggung jawab terhadap penggunaan uang sejak dini.