Lompat ke konten utama
Edukasi Menstrual Hygiene untuk Mempersiapkan Siswi Sekolah Dasar Menghadapi Menstruasi Pertama (Menarche)
Berita Desa KKN

Edukasi Menstrual Hygiene untuk Mempersiapkan Siswi Sekolah Dasar Menghadapi Menstruasi Pertama (Menarche)

18 Agustus 2026 181 kali dibaca
Pemerintah DESA JATIPECARON
Mahasiswa KKN, Selvy Salsabila, melaksanakan kegiatan edukasi mengenai **Menstrual Hygiene** bagi siswi kelas atas sekolah dasar di Desa Jatipecaron. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswi mengenai menstruasi, kebersihan diri, serta cara merawat tubuh dengan tepat ketika mengalami menstruasi pertama atau menarche. Edukasi diberikan sebagai bekal bagi siswi agar lebih siap menghadapi perubahan fisik yang merupakan bagian dari proses pertumbuhan. Menarche merupakan pengalaman baru bagi setiap anak perempuan dan dapat menimbulkan berbagai pertanyaan maupun kekhawatiran apabila belum mendapatkan informasi yang memadai. Oleh karena itu, pemahaman mengenai menstruasi perlu diberikan sebelum anak mengalaminya. Dengan pengetahuan yang cukup, siswi diharapkan dapat memahami bahwa menstruasi merupakan proses biologis yang normal dan tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang memalukan. Dalam kegiatan tersebut, Selvy menjelaskan pengertian menstruasi dan perubahan yang dapat terjadi pada tubuh ketika memasuki masa pubertas. Siswi diperkenalkan dengan berbagai perubahan fisik yang umum terjadi serta diberikan pemahaman bahwa setiap anak dapat mengalami pubertas pada waktu yang berbeda. Penjelasan disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan sesuai dengan usia peserta agar materi dapat diterima dengan nyaman. Salah satu materi utama yang diberikan adalah mengenai cara menjaga kebersihan selama menstruasi. Siswi diberikan pemahaman mengenai penggunaan pembalut yang tepat, termasuk pentingnya mengganti pembalut secara berkala dan tidak menggunakan pembalut dalam waktu terlalu lama. Kebersihan tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut juga ditekankan sebagai bagian dari kebiasaan menjaga kebersihan diri. Selain kebersihan saat menggunakan pembalut, siswi diberikan pemahaman mengenai cara menjaga kebersihan area genital selama menstruasi. Peserta diarahkan untuk membersihkan diri dengan cara yang tepat dan menjaga area tersebut tetap bersih serta kering. Pakaian dalam juga perlu diganti secara teratur untuk membantu menjaga kenyamanan dan kebersihan tubuh selama menstruasi. Edukasi juga membahas pentingnya mempersiapkan kebutuhan menstruasi sebelum menarche. Siswi dapat mulai memahami barang-barang yang perlu disiapkan, seperti pembalut, pakaian dalam cadangan, dan kantong untuk menyimpan pembalut yang sudah digunakan sebelum dibuang pada tempat yang sesuai. Persiapan tersebut dapat membantu anak merasa lebih tenang apabila menstruasi pertama terjadi ketika berada di sekolah. Dalam penyampaian materi, Selvy juga memberikan pemahaman mengenai cara menyikapi perubahan tubuh dengan lebih percaya diri. Siswi diajak untuk tidak merasa malu ketika mengalami menstruasi dan memahami bahwa mereka dapat meminta bantuan kepada orang tua, guru, maupun orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami kesulitan atau merasa tidak nyaman. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Siswi diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai menstruasi dan kebersihan diri tanpa perlu merasa malu. Suasana edukasi dibuat terbuka agar peserta dapat memperoleh informasi yang benar dan tidak hanya mengandalkan informasi dari teman atau sumber yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Melalui kegiatan ini, siswi kelas atas SD di Desa Jatipecaron diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai menstruasi dan kebersihan diri. Edukasi Menstrual Hygiene juga diharapkan dapat membantu siswi menghadapi menarche dengan lebih siap, tenang, dan percaya diri serta mampu menerapkan kebiasaan kebersihan yang tepat selama menstruasi. Kegiatan yang dilaksanakan Selvy Salsabila menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi yang sesuai dengan kebutuhan anak usia sekolah. Dengan dukungan orang tua, guru, dan lingkungan sekitar, pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat terus diterapkan sehingga siswi dapat menjalani masa pubertas dengan pemahaman dan kesiapan yang lebih baik.