Lompat ke konten utama
Edukasi ASI Eksklusif dan Pijat Laktasi bagi Ibu Postpartum Desa Jatipecaron
Berita Desa KKN

Edukasi ASI Eksklusif dan Pijat Laktasi bagi Ibu Postpartum Desa Jatipecaron

19 Agustus 2026 162 kali dibaca
Pemerintah DESA JATIPECARON
Mahasiswa KKN dari Program Studi Kebidanan, Risma Rahayu, melaksanakan kegiatan edukasi mengenai ASI Eksklusif sekaligus demonstrasi dan pelatihan pijat laktasi bagi ibu postpartum di Desa Jatipecaron. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pentingnya pemberian ASI serta memberikan keterampilan sederhana yang dapat mendukung proses menyusui. Dalam kegiatan edukasi ASI Eksklusif, Risma memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. ASI memiliki kandungan zat gizi dan komponen penting yang dibutuhkan bayi pada masa awal pertumbuhan. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai pemberian ASI diharapkan dapat membantu ibu menjalani proses menyusui dengan lebih percaya diri. Materi yang diberikan mencakup manfaat ASI bagi bayi dan ibu serta pentingnya pemberian ASI sesuai kebutuhan bayi. Ibu juga diberikan pemahaman mengenai peran menyusui dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi, terutama pada periode awal kehidupan. Edukasi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar dapat dipahami dan diterapkan oleh para ibu dalam kehidupan sehari-hari. Selain membahas manfaat ASI, Risma juga menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan selama proses menyusui. Posisi dan perlekatan bayi saat menyusu menjadi salah satu bagian penting karena dapat memengaruhi kenyamanan ibu maupun efektivitas proses menyusui. Ibu diberikan pemahaman bahwa apabila mengalami kesulitan dalam menyusui, mereka dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau pendamping laktasi untuk mendapatkan bantuan yang sesuai. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan pelatihan pijat laktasi. Risma memperagakan teknik pijat laktasi yang dapat dilakukan secara mandiri dengan memperhatikan kenyamanan dan keamanan ibu. Demonstrasi dilakukan secara bertahap agar peserta dapat memahami gerakan serta cara melakukannya dengan benar. Pijat laktasi diperkenalkan sebagai salah satu bentuk perawatan yang dapat membantu ibu merasa lebih rileks selama masa menyusui. Teknik tersebut dilakukan dengan gerakan yang lembut dan tidak menimbulkan rasa sakit. Ibu juga diberikan pemahaman bahwa pijat laktasi bukan pengganti konsultasi medis dan tidak dapat menjamin peningkatan produksi ASI pada setiap ibu, karena keberhasilan menyusui dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam sesi praktik, peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti gerakan yang telah dicontohkan. Risma memberikan arahan mengenai posisi tubuh, tekanan pijatan, serta bagian yang perlu diperhatikan selama melakukan praktik. Apabila muncul rasa nyeri atau ketidaknyamanan, ibu diarahkan untuk menghentikan tindakan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Para ibu dapat menyampaikan pengalaman maupun kendala yang mereka hadapi selama menyusui, seperti kekhawatiran mengenai produksi ASI, posisi menyusui, maupun rasa tidak nyaman selama masa postpartum. Pertanyaan tersebut kemudian dibahas berdasarkan materi yang telah diberikan dan disesuaikan dengan kondisi peserta. Melalui kegiatan ini, Risma Rahayu berupaya memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada ibu postpartum di Desa Jatipecaron. Edukasi ASI Eksklusif diharapkan dapat memperkuat pemahaman ibu mengenai pentingnya pemberian ASI selama enam bulan pertama, sementara demonstrasi pijat laktasi memberikan pengetahuan tambahan mengenai perawatan yang dapat dilakukan selama masa menyusui. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu para ibu menjalani masa menyusui dengan pengetahuan yang lebih baik dan sikap yang lebih percaya diri. Dengan dukungan keluarga serta akses terhadap tenaga kesehatan, ibu diharapkan dapat memperoleh pendampingan yang memadai apabila menghadapi kendala selama proses menyusui. Edukasi ASI Eksklusif dan pelatihan pijat laktasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan pengetahuan kesehatan ibu dan bayi di Desa Jatipecaron. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara tepat serta menjadi bekal bagi para ibu dalam memberikan perawatan dan pemenuhan kebutuhan bayi pada masa awal kehidupannya.