Kesehatan Gigi
Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sejak Dini
23 Agustus 2026
Penyusun: Tim Kedokteran Gigi KKN UNIMUS
Pemerintah DESA JATIPECARON
- Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gigi dan mulut tidak hanya berperan dalam mengunyah makanan, tetapi juga mendukung kemampuan berbicara, bernapas, serta berinteraksi dengan orang lain. Gangguan pada gigi dan mulut dapat menimbulkan rasa sakit dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa sebagian besar penyakit gigi dan mulut sebenarnya dapat dicegah dan ditangani sejak tahap awal. (World Health Organization)
Salah satu masalah kesehatan gigi yang paling sering terjadi adalah karies gigi atau gigi berlubang. Karies terjadi ketika plak yang menempel pada permukaan gigi berinteraksi dengan gula bebas dari makanan dan minuman sehingga menghasilkan asam yang secara perlahan dapat merusak jaringan keras gigi. Jika tidak dicegah dan dirawat, karies dapat berkembang menjadi nyeri, infeksi, bahkan kehilangan gigi. (World Health Organization)
Selain karies, masalah gusi juga perlu diperhatikan. Gusi yang mudah berdarah, bengkak, kemerahan, atau disertai bau mulut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada jaringan gusi. Kebersihan mulut yang kurang baik dan kebiasaan merokok merupakan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit periodontal. (World Health Organization)
Bagaimana cara menjaga kesehatan gigi dan mulut?
Menjaga kesehatan gigi dan mulut sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.
1. Sikat gigi dua kali sehari
Menyikat gigi secara teratur merupakan salah satu cara utama untuk menghilangkan plak dan membantu mencegah karies. WHO menganjurkan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida, dengan kandungan fluoride sekitar 1000–1500 ppm. (World Health Organization)
Waktu yang dianjurkan adalah setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Pastikan seluruh permukaan gigi dibersihkan, termasuk bagian depan, belakang, permukaan kunyah, serta area di sekitar garis gusi.
2. Batasi makanan dan minuman manis
Konsumsi gula yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko terjadinya karies. Bukan hanya jumlah gula yang perlu diperhatikan, tetapi juga seberapa sering gigi terpapar makanan dan minuman manis.
Biasakan memilih makanan bergizi seimbang dan menjadikan air putih sebagai pilihan utama untuk minuman sehari-hari. (World Health Organization)
3. Jangan lupa membersihkan sela-sela gigi
Sikat gigi tidak selalu dapat membersihkan seluruh area di antara gigi. Oleh karena itu, pembersihan sela-sela gigi dapat dilakukan menggunakan benang gigi atau alat pembersih interdental sesuai kebutuhan.
Kebiasaan ini membantu mengurangi penumpukan plak dan sisa makanan di area yang sulit dijangkau oleh sikat gigi.
4. Hindari rokok
Merokok tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan tubuh, tetapi juga berhubungan dengan masalah kesehatan gusi dan meningkatkan risiko berbagai penyakit rongga mulut. Menghindari rokok merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. (World Health Organization)
5. Periksa gigi secara rutin
Jangan menunggu sampai gigi terasa sakit untuk memeriksakan diri. Pemeriksaan gigi secara rutin dapat membantu menemukan masalah lebih awal sehingga dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih berat.
Segera periksakan gigi apabila mengalami keluhan seperti:
* Gigi terasa sakit atau ngilu terus-menerus.
* Gigi berlubang.
* Gusi mudah berdarah atau bengkak.
* Bau mulut yang menetap.
* Gigi terasa goyang.
* Sariawan atau luka di mulut yang tidak kunjung sembuh.